Generasi Muda Melek Infrastruktur Tapi Belum Melek Politik

JAKARTA, MajalahMiliter – Perkembangan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, utamanya di luar kota-kota besar, dinilai sebagai salah satu faktor penting bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan softskill maupun hardskill yang dimilikinya, untuk memeroleh sesuatu yang positif.

Perkembangan infrastruktur ini, secara langsung memengaruhi kepuasan terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, kendati belum terlalu mengena untuk kalangan generasi muda. Padahal, generasi muda sangat erat kaitannya dalam pemanfaatan infrastruktur.

Hal ini bahas dalam diskusi Youlec Kongkow bertajuk ‘Pemuda Melek Infrastruktur di Era Pemerintahan Jokowi-JK’ yang digelar oleh Youth Leadership Election (Youlec) yang dihelat di Hotel Ibis Budget, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

Kegiatan yang diikuti puluhan perwakilan organisasi mahasiswa dan kepemudaan ini, menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Tenaga Ahli Madya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Wawan Fachrudin,  Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM RI Budi Mustopo, S.E, M.M, Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Esa Sukmawijaya, S.Ip, M.Si dan Pengamat Politik Indodata Danis T. Wahidin, S.Sos, M.Si

Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Esa Sukmawijaya, S.Ip, M.Si dalam kesempatan tersebut mengutarakan, hubungan antar apemuda dan infrastruktur di kota besar terkait dengan industri 4.0, kecuali di Maluku dan Papua.

Ia mengatakan hubungan antara pemuda dan infrastruktur di kota besar dikaitkan dengan industri 4.0, sedangkan di daerah Maluku dan Papua belum ada. Sehingga, pemuda sudah melihat secara positif tetapi memang hal tersebut relatif tergantung dari perspektif masing-masing. “Karena itu, penting bagi pemuda untuk mengetahui dan memahami infrastruktur untuk memanfaatkannya secara positif,” tandasnya.

Adapun Pengamat Politik Indodata Danis T. Wahidin, S.Sos, M.Si menambahkan, berdasarkan survei kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi – JK mencapai kisaran 60% - 70%.  Survei tersebut menunjukkan rasionalitas masyarakat, karena ada manfaat yang dirasakan masyarakat selama 4 tahun periode kepemimpinan Joko Widodo. Namun, kepuasan publik tersebut tidak sama yang dilihat dari indikator ekonomi, politik dan hukum. 

"Jika terdapat kepuasan lebih 70% maka kemungkinan terpilihnya pemerintahan sekarang besar karena masyarakat sudah cerdas dan tidak mudah termakan isu negatif. Infrastruktur dinilai masyarakat telah sukses. Survei tidak dapat melihat secara spesifik tetapi melihat opini secara umum", katanya. 

Ditambahkan olehnya, persentase pemilih pemuda mencapai 32,6%, akan tetapi yang aktif politik hanya 3,2%, sisanya memikirkan pekerjaan."Pemilih pemuda belum mendominasi,” pungkasnya.