Ketua KPID Sulbar Harap Pengawasan Pemberitaan Siaran Dan Iklan Dimaksimalkan

Mamaju Sulbar.MAJALAH MIITER -  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat Andi Rannu menyambut baik terbentuknya Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Barat. Ia berharap, melalui gugus tugas yang ada, pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pemilu 2019, khususnya melalui media penyiaran baik radio maupun televisi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat  pengawasannya dapat dimaksimalkan.

 

"Keterlibatan kami -KPID, di dalam gugus tugas ini tentu sangat penting, sebab pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran dan iklan pemilu nantinya, khususnya yang melalui lembaga penyiaran, menjadi kewenangan kami pula. Sehingga, ketika terjadi pelanggaran atas itu yang dilakukan oleh lembaga penyiarannya -radio maupun televisi, di wilayah Sulawesi Barat ini, maka itu menjadi domain KPID pengawasannya, termasuk penjatuhan sanksinya atas pelanggaran yang dilakukan bagi lembaga penyiaran," jelas Ketua KPID Sulbar Andi Rannu, di Mamuju, Sabtu petang (06/10/2018).

 

Seperti diberitakan, tiga lembaga di tingkat provinsi, masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulbar, dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat menyepakati pembentukan Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Barat.

 

Kesepakatan pembentukan itu  ditandai dengan penandatanganan bersama pembentukan gugus tugas oleh ketiga pimpinan lembaga tersebut, masing-masing Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo, Ketua KPU Provinsi Sulbar Rustang, dan Ketua KPID Provinsi Sulbar Andi Rannu, serta disaksikan Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, di Mamuju.