Lewat TMMD, TNI Ajak Warga Serua Depok Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

 
 
 
Sebanyak 50 orang warga yang bermukim di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok, Sabtu (8/4/17) menghadiri penyuluhan tentang kerukunan umat beragama & bintal kejuangan.
 
Acara yang digelar di Aula Kelurahan Serua itu, dihadiri oleh beberapa unsur, diantaranya: perwakilan Lurah, tokoh agama, tokah pemuda, tokoh masyarakat, ormas, angota karang taruna serta ibu2 PKK kelurahan Serua. 
 
Dalam paparannya, Habib Muksin Ahmad Alatos, mengatakan "kerukunan umat beragama merupakan modal utama keutuhan bernegara. Untuk menjalin kerukunan umat beragama, kiranya kita saling melakukan komunikasi antar pemeluk agama".
 
Karena itu, untuk mewujudkan agar kuutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kiranya kita harus menjaga kerukunan tersebut, lanjutnya.
 
Saya menyarankan, kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Serua, untuk dapat saling menghargai antar pemeluk agama, "ungkap Muksin, yang juga sebagai Ketua FKUB Kota Depok".
 
Ditempat sama, Kapten Arh Made Rumbiawan, memaparkan "penyuluhan kerukunan umat beragama merupakan salah satu penyuluhan yang sangat penting, melihat di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki 6 agama yang sah dan diakui di Indonesia yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu".
 
Ditempat yang sama, Kapten Arh Made Rumbiawan (Bintaldam Jaya), mengatakan, "penyuluhan kerukunan umat beragama merupakan salah satu penyuluhan yang sangat penting, melihat di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki 6 agama yang sah dan diakui di Indonesia yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu".
 
Selain kerukunan umat beragama, kami juga memberikan wawasan tentang bimbingan mental, yang merupakan suatu bentuk pemantapan wawasan kebangsaan serta membangun persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
 
Dalam penyuluhan hari ini, kami memberikan materi tentang pembinaan mental. Kita ketahui, pembinaan mental sangat mempengaruhi terhadap aksi bela negara, dimana untuk bela negara itu tidak hanya dilakukan oleh TNI dan Polri saja. Masyarakat umum juga harus punya jiwa bela negara atas kesadaran dirinya, bukan karena paksaan. Sehingga nantinya dapat mempererat keutuhan NKRI, “ungkap kapten arh  Made” Bintal Dam jaya