Mahasiswa Serang Gelar Kamisan Menangkal Ujaran Kebencian

BANTEN, MajalahMiliter - Menyikapi Perkembangan media sosial (medsos) yang kebanyakan digunakan sebagai media komunikasi untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech). Mahasiswa dari Universitas Serang Raya dan Universitas Islam Negeri Serang menggelar kajian menghadapi perkembangan buruk dari hate speech.

Kajian Menanti Senja (Kamisan) dengan topik Peran Milenial dalam Menangkal Hate Speech Terkait Pengarus-utamaan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Cafe Sari Banten, Jalan Kyai H. Sokhari, Kota Serang, Banten, Kamis (24/1/19). Sejumlah narasumber dari Universitas Serang Raya, Dinas Kominfo Provinsi Banten dan Dinas PU Provinsi Banten turut diundang untuk memberikan langkah menghadapi perkembangan hate specch di Banten terkait pembangunan infrastruktur yang gencar dikerjakan pemerintah saat ini.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya Liza Diniarizky Putri, S.I.P, M.Kesos, M.Ikom Akademisi dalam paparannya menjelaskan, perkembangan medsos banyak disalahgunakan untuk ujaran atau ucapan kebencian. Hate speech ini dirancang dan direproduksi ulang oleh kalangan berpendikan untuk memperuncing kebencian tersebut. Ia mangajak generasi muda, agar memiliki konsep diri dan tidak terbawa arus penyebaran hates peech. “Informasi di medsos harus dianalisa terlebih kebenrannya, karena kasus penangkapan pelaku penyebar hoaks isu konteiner surat suara, yang dilakukan seorang guru di Cilegon membuktikan hoaks tersebut diproduksi oleh orang pintar. Sebagai pemuda, kita harus membentengi diri dengan konsep diri dan aktif membantu pemerintah mencegah penyebaran hate speech, sehingga program pembangunan pemerintah yang cukup bagus bisa diketahui oleh masyarakat,” ajak Liza.

Sementara itu, Kepala Bidang Binamarga Seksi Perencanaan Dinas PU Provinsi Banten, Yan Ardiansyah Achmad, ST., M.Si., memaparkan bahwa RPJMD hingga 2022 Provinsi Banten, fokus  menargetkan semua jalan provinsi dalam kondisi mantap dalam 3 tipe jalan, yaitu jalan arteri, jalan kolektor termasuk jalan lingkungan. Diratgetkan juga pembangunan simpang, flyover dan drainase untuk kemajuan dan pembangunan ekonomi masyarakat Banten. “Dinas PUPR Banten juga akan melakukan penataan jalan-jalan baru agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan  infrastruktur akan berjalan beriringan. Makin dikembangkan infrastruktur jalan maka perekonomian Banten akan makin bertumbuh,” jelasnya.  

Yan juga menjelaskan, Banten lama akan dikembangkan seperti kawasan wisata Kota Tua di Jakarta, sehingga dapat  membangunkan potensi-potensi ekonomi Banten. “Yang perlu dipahami oleh para mahasiswa, pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi di Provinsi Banten tidak terlepas dari komitmen dan kebijakan pemerintahan mewujudkan program Nawacita untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sebagai narasumber selanjutnya, Kepala Bidang Kelembagaan dan Media Dinas Kominfo Provinsi Banten, Kusma Supriatna, S.Sos., M.I.Kom.  Dalam paprannya, Kusma Supriatna menjelaskan bahwa masih banyak pihak yang kerap menyalahkan atau menyerang pemerintah tanpa fakta terpercaya terkait pembangunan infrastruktur yang diprogramkan pemerintah melalui media sosial (medsos) dengan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech). Padahal, menurutnya pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk kemajuan masyarakat Banten dan ia mengajak mahasiswa dan pemuda Banten turut menyebarkan keberhasilan pemerintah. “Kominfo mengajak pemuda dan mahasiswa untuk berpartisispasi dalam penyebaran informasi capaian pembangunan oleh pemerintah saat ini,” ajak Kusma