Staf Ahli Menteri Perdagangan Pantau Sembako di Pasar Lama Mamuju Sulbar

Mamuju.Sulbar.MAJALAH MILITER -- Kegiatan monitoring staf ahli menteri perdagangan bidang pengamanan pasar yang berlangsung selama 2 hari di Sulbar , tanggal 24 - 25 April. Memasuki hari ke 2 digelar di pasar Baru 

 

Sutriono Edi bersama rombongan didampingi Kasub Bulog Divre Mamuju meninjau harga sembako di pasar Baru Mamuju , 25 April pagi tadi .

 

Sutriono Edi mengatakan Berdasarkan pantauan di gudang Bulog,  kemarin, stok beras tercatat masih terpenuhi dan stabil. Sementara itu, stok gula, minyak goreng juga masih stabil.

 

Adapun berdasarkan pantauan di Pasar Regional Simbuang, harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau stabil. Beras medium, beras medium Bulog, beras medium pandan wangi, dan beras premium Bulog serta beras Madinah.

 

Minyak goreng kemasan sederhana Rp10.000 per liter dan daging sapi Rp 120.000 per kg. Harga gula pasir juga terkendali Rp 11.000 per kg, dan Rp9.500 per kg ditingkat distributor.

 

Sementara itu, harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga mencapai Rp28 ribu/kg, cabe merah Rp 20 ribu/kg. Adapun, bawang putih dan bawang merah serta telur dan tomat juga mengalani kenaikan.

 

Lebih lanjut Sutriono Edi mengatakan, masyarakat tidak perlu resah menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, pemerintah dan Kemendag akan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tersebut melalui kegiatan pasar murah.

 

“Stok bahan pokok dalam kondisi cukup tersedia, masyarakat tidak perlu resah. Pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau yakni melalui pasar murah,” katanya, saat mengunjungi pasar Regional Simbuang, Kamis (25/4/2019).

 

Namun demikian, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kemendag RI Sutriono Edi mengatakan, menjelang Ramadhan dan Idulfitri biasanya akan terjadi peningkatan permintaan terhadap bahan pokok yang menyebabkan kenaikan harga.

 

"Kami perlu mengantisipasi hal tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan puasa dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang," katanya.

 

Sutriono menyatakan hal itu akan diantisipasi melalui kerjasama antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stok dan stabilitas harga.

 

"Mengantisipasi kenaikan harga, kita akan menggelar Rapat Koordinasi untuk memastikan harga-harga bahan pokok, agar menjelang ramadan dan idul fitri harga bisa terjangkau," tutup Sutriono.

 

Usai melaksanakan monitoring dipasar baru rombongan staf Ahli menteri Perdagangan bidang Pengamanan pasar melanjutkan monitoringnya ke Pasar lama .